Tampilkan postingan dengan label bartender. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bartender. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Sejarah Liquor

Liquor - Nama jelas Amerika, ditulis dua puluh lima tahun setelah inggris menetap di pulau pada tahun 1651. Demikian seperti dikutip dalam The Academy, "Kepala minuman yang mereka buat di pulau ini Rumbullion, alias Kill-Divil, dan ini dibuat dari gula suling tongkat, di mana produk akhirnya berakhir panas, kejam, dan mengerikan minuman keras."

Ini adalah kiasan awal-dikenal dengan minuman keras rum, kata tersebut diselenggarakan oleh beberapa antiquaries dalam apa yang tampaknya agak tegang penjelasan untuk menjadi rum gipsi, yang berarti kuat, atau perkasa. Kata rum adalah pada tanggal yang sangat awal diadopsi dan digunakan sebagai slang universitas Inggris.


Referensi dari Amerika untuk kata rum (yang berarti minuman keras) terjadi pada bulan Mei, 1657, melarang penjualan minuman keras (strong liquors) "apakah knowne dengan nama rumme, strong water ', brendi, dsb, dll" Di beberapa daerah di Amerika rum disebut pada awal hari Barbadoes-minuman keras, kadang-kadang juga Barbadoes-brendi.

Orang-orang Indian menyebutnya ocuby, atau seperti yang dieja dalam Norridgewock, lidah, ah-coobee. Banyak dari pemukim putih awal yang disebut dengan nama yang sama. Membunuh-setan adalah nama yang paling universal, bukan hanya sebuah nama slang, tetapi perdagangan-istilah yang digunakan dalam tagihan penjualan.

Source: mario'sbar.com

Sabtu, 25 Desember 2010

BOOK FOR SALE
































Aksi Komunitas Bartender Samarinda Latihan Juggling



SAMARINDA-Apabila anda pernah minum di Bar, Pub Lounge atau tempat tempat sejenis lainnya, barangkali kenal dengan bartendernya. Bartender adalah orang yang menyiapkan sajian minuman pesanan pengunjung. Selain sekedar meracik dan menyajikan minuman, para bartender ini kerap melakukan juggling.
Di Samarinda sendiri ada sebuah komunitas para bartender yang terkumpul dari berbagai Cub di Samarinda. Komunitas bartender ini secara rutin menggelar latihan bareng dan transfer ilmu kepada sesama propesi dan para Mahasiswa.
Juggling bartender adalah melempar botol dan shaker secara bersamaan dan memutarnya berulangkali tanpa jatuh. Aksi ini biasanya dilakukan dihadapan para pengunjung di bar, pub atau tempat tempat minum lainnya.
Keahlian juggling seperti ini tidak datang dengan sendirinya, tapi butuh latihan keras dan kehati-hatian. Jika tidak, maka botol bisa jatuh dan pecah, serta minuman akan tumpah.
Untuk latihan, botol kaca bisa diganti dengan kayu yang dibentuk menyerupai botol, dengan bobot yang hampir sama dengan botol yang berisi minuman.
Di Samarinda, latihan para bartender ini bisa ditonton orang banyak di samping lapangan basket Tepian Mahakam Jl RE Martadinata.
Mereka yang berkecimpung di dunia bartender, ternyata memiliki pengetahuan yang luas baik secara teori maupun praktek. Inilah yang memicu terbentuknya Mahakam Bartender Club (MBC) di Samarinda.
Komunitas yang resmi berdiri pada 10 November 2010 ini, tidak sekedar berbagi ilmu dalam meracik minuman. Namun juga memiliki pengetahuan mengenai semua yang berhubungan dengan bartender termasuk memberikan keterampilan yang menghibur saat meracik minuman.
"Di sisi lain, khususnya juggling, dapat menjadikan seni budaya modern yang berkembang di Samarinda. Sementara seni budaya ini di luar daerah bahkan internasional sudah ramai, makanya untuk di Samarinda mulai kami perkenalkan," kata Ketua MBC Samarinda, Endy Andrianto bartender nasional, alias Kriwul.
Untuk itu dibutuhkan latihan menggunakan media botol kaca mika (bottle flair) yang dibentuk sama persis dengan bobot yang juga hampir sama dengan botol berisi minuman. Latihan itu digelar rutin setiap Minggu sore di Tepian Mahakam Jl RE Martadinata.
"Melalui latihan juggling, sekaligus melatih otak kiri dan otak kanan serta besinergi antara mata, dengan kedua tangan. Selain hiburan, juggling juga termasuk olahraga," kata pria yang belum lama ini terpilih dalam seleksi 5 perwakilan Kalimantan untuk Vibe Mixology Bartender Competition 2010 di Jakarta.
Menurut Meky Salah satu anggota komunitas MBC ini mengatakan, komunitas ini beranggotakan 23 orang, namun tidak semuanya berprofesi sebagai bartender.
"Dua orang malah masih berstatus mahasiswa pariwisata” ujar wanita yang juga sebagai bartender Mitra.
Dengan mempertontonkan keahlian seperti ini, para bartender ingin profesi mereka mendapat kesan yang lebih baik sebagai penghibur, ketimbang cuma sekedar peracik minuman beralkohol. Bagi anda yang mungkin tertarik untuk aksi juggling seperti ini bisa bergabung dengan komunitas batender MBC Kota Samarinda.
"Siapa saja yang tertarik dengan dunia bartender dapat bergabung dengan komunitas ini. Sampai saat ini, meski terbilang baru berdiri anggotanya memang rata-rata sudah memiliki pengalaman dalam dunia bartender, namun hal itu tidak menutup kemungkinan bagi yang belum bisa untuk bergabung di komunitas ini," katanya.

Selasa, 07 September 2010

Jogja Independent Bartender

Trend di masa kini dalam usaha perhotelan,restaurant, dan tempat hiburan di kota Yogyakarta sekarang ini menunjukan kemajuan yang positif, sehingga kita dapat merasakan dampaknya juga.Kondisi seperti ini juga dialami oleh kota – kota besar yang ada di Indonesia, bahkan tidak terkecuali dampak yang sama dirasakan juga oleh kota – kota kecil, dimana tempat–tempat tersebut di atas hadir dan berkembang begitu pesat.

Kemajuan jaman yang biasa disebut juga revolusi, khususnya di kota Yogyakarta sejak beberapa tahun terakhir ini mulai tumbuh dan berkembang macam-macam CafĂ©, atau tempat sejenis yang menjual minuman (Beverage) sebagai produk utama tempat tersebut. Di sini bisa dilihat peranan utama dari seorang Bartender, di mana ia bertugas membuat minuman dan melakukan suatu entertaiment untuk menarik dan menghibur para customer. Dalam dunia Bar Entertainment ini biasanya disebut “JUGGLING”, yaitu memainkan dan beratraksi dengan botol dan shaker seraya ia membuat suatu minuman. Seorang Bartender harus mengetahui tentang jenis-jenis minuman, cara membuat, nama-nama alat yang digunakan, dan semua tentang Bar.



Kota Jogja memiliki berjuta keunikan yang menjadikan kota pariwisata yang berhati nyaman ini selalu memberi kenangan tersendiri bagi wisatawannya. Diantara keunikan kota ini terselip sebuah keunikan komunitas yang sangat jarang kita temui, komunitas yang tergabung dari beberapa komunitas, komunitas yang memiliki kekeluargaan yang sangat erat dengan yang lain. Dan komunitas ini beranggotakan orang-orang yang memiliki talent yang sangat luar biasa. Jogja Independent Bartender, Ampta Flairing Club, Bobcy, Bartender Street Jogja ,dan D’Jugler merekalah yang memiliki talenta luar biasa, merekalah Profesional Bartender yang telah hadir mengisi keunikan di kota Jogja ini..



Talenta apa yang mereka miliki ??? Mari kita lihat …

"Evolution FL@iR" sebagai evolusi dari berbagai komunitas Bartender Jogja.



Eko Setiawan, 3rd winner "Smirnoff Battle of Champions 2010" at Brewhouse Cafe. Jakarta.





Jogja Flair Bar by Arma Gordons